YNWA

08.33
You never walk alone, ini bukan tentang slogan salah satu club liga Inggris, namun kalimat ini seakan kalimat pengadem ati. Begitu setiap hari kalimat ini berputar dalam pikiran, seakan bukan saya saja yang sedang mengalami fase seperti ini. Setiap kali terlintas kalimat tersebut lantas tersadarlah saya bahwa saya masih lebih beruntung dapat merasakan fase seperti ini. layaknya sebuah kehidupan yang memiliki fase-fase, untuk mencapai tingkat selanjutnya dan tentunya untuk fase yang lebih tinggi.
Memang tak dipungkiri fase ini memang fase berat yang harus dilalui, tak ada satupun kebahagian yang bisa mengalihkan kebahagian melewati fase ini. Saya ingat kalimat dari teman yang mengatakan ngga ada kebahagian yang benar-benar bisa mengantikan kebahagian melawati fase ini, begitu kira-kira ucapnya. Sepertinya memang benar adanya, itu yang saya alami belakangan ini. Hal-hal yang seharusnya bisa membuat bahagia namun tidak untuk saya. sepertinya di fase ini, semua kebahagian telah terenggut, dan sebuah kewajiban untuk mengembalikan kebahagian tersebut. Bisa dibayangkan begitu indahnya nikmat alam dunia ini, lalu kita sebagai manusia yang diberi hidup sekali tidak bisa menikmati, karunia Tuhan satu ini, amat disayangkan sepertinya. mengutip kata-kata dari Buya Hamka kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. kalo bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.

Tak perlu kau meratapi nasib seakan kau memiliki nasib yang paling hina sedunia, atau kau adalah makhluk paling nista di dunia.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.